-->

Hati-Hati Penipuan Berkedok Investasi - by Ellen May

Maraknya perkembangan dunia investasi sering kali dibarengi dengan banyaknya berbagai tawaran investasi yang menawarkan investasi dengan hasil besar dan dalam waktu singkat. Dan kitapun mungkin tidak hanya sekali atau dua kali saja mendengar atau mungkin ditawari secara langsung program investasi yang memberikan return ratusan persen atau bahkan hingga ribuan persen per tahun. Sangat menggiurkan bukan? Investasi dengan tawaran hasil extravaganza semacam itu perlu kita waspadai. Seperti pepatah asing bilang "There is no such a free lunch" - Tidak ada yang namanya makan siang geratis.

Pada umumnya, yang menawarkan jenis investasi semacam itu hanya fokus untuk mencari angota/downline bukan menjalankan investasinya. Tawaran investasi dengan janji profit bombastis cenderung rawan penipuan, dan mungkin diantara kita telah ada yang menjadi korbannya.

Adapun bentuk penipuan yang biasanya sering digunakan adalah berupa investasi dalam bentuk koperasi dengan janji imbalan profit hingga ratusan persen per tahunnya. Dan jika kita perhatikan, selain dalam bentuk koperasi, penipuan investasi biasanya juga dalam bentuk MLM (Multi Level Marketing). Ada juga yang dalam bentuk sistem titip uang (arisan), dan uang yang terkumpul nanti akan digunakan untuk forex trading atau apapun. Sudah banyak kasus penipuan semacam ini yang telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Dan yang terbaru yang saat ini lagi menjadi berita dimana-mana adalah kasus penipuan yang dilakukan oleh PT.Gradasi Anak Negeri (GAN) dan kasus Langit Biru yang sedang ditangani oleh pihak berwajib.

Kasus penipuan yang dilakukan oleh PT.Gradasi Anak Negeri dan Langit Biru adalah penipuan yang gagal bayar komisi atau return yang dijanjikan kepada investornya. Mungkin kita sering bertanya-tanya, kenapa perusahaan semacam ini mampu berkembang dengan pesat dan memiliki banyak investor? Jawabannya tak lain karena masih manyak calon investor yang tergiur dengan hasil bombastis yang ditawarkan.

Penipuan berkedok investasi marak terjadi di daerah Jakarta, Jawa Barat, Sumatera, Sulawesi hingga menyentuh bagian timur Indonesia. Perkembangan penipuan dalam bentuk investasi ini sangat cepat sudah seperti virus saja seakan lepas dari perhatian pemerintah dan pihak yang berwajib. Untuk itu, kita harus cermat dan waspada dengan model investasi semacam itu, jangan sampai tergiur dengan tawaran hasil yang bombastis.

Adapula modus investasi yang menawarkan beragam paket investasi dengan jaminan keuntungan 3% per hari. Modusnya, uang yang ditanam investor di tradingkan dengan menggunakan robot forex super canggih yang bisa menjamin selalu untung. Jika dihitung dengan return 3% per hari, sebulan kita dapat profit 90% dan dalam setahun bisa 1000% lebih dari besarnya modal yang kita tanamkan. Pastinya sangat bombastis sekali bukan?

Dalam kenyataannya tidak ada yang pasti dalam dunia trading, tidak ada kepastian akan selalu profit baik dalam trading forex ataupun trading saham. Jika memang bisa selalu 100% benar atau selalu profit, mungkin sebaiknya perusahaan investasi tersebut tidak perlu repot-repot mencari investor bukan? Kita dituntut untuk berhati-hati pada orang yang berani menawarkan jaminan atau kepastian terhadap sebuah profit yang bombastis. Dan biasanya semacam itu adalah sebuah penipuan. Modus investasi yang menjamin keuntungan besar tanpa kegiatan yang jelas seperti itu sebenarnya adalah "Money Game". Dimana uang yang disetor oleh member baru akan digunakan untuk membayar komisi member lama dan demikian seterusnya.

Modus-modus penipuan sangat beragam, mulai dari arisan motor, agrobisnis, investasi dan trading forex, MLM dan koperasi. Sebenarnya kalau kita waspada, penipuan berkedok investasi bisa kita deteksi dengan mudah dari ciri-cirnya :
Investasi bodong/penipuan biasanya menjanjikan keuntungan tinggi yang tidak masuk akal - Too good to be true. Memang keuntungan besar inilah yang ditawarkan untuk menggaet korban dan hal ini terbukti efektif karena diantara kita banyak yang ingin cepat-cepat kaya tanpa mau berusaha. Umumnya pembayaran bunga lancar hanya pada tahun pertama sebagai trik untuk menumbuhkan kepercayaan nasabah. Fokusnya adalah untuk mencari member seperti MLM - member get member. Modus penipuan semacam ini pernah dilakukan oleh Charles Ponzi dengan skema Ponzi nya. Atau Bernard Madoff mantan kepala bursa saham NASDAQ yang dipenjara 150 tahun karena skandal money game yang dia lakukan dengan kerugian mencapai 600 triliun rupiah.

Dalam penipuan investasi, semakin banyak investor yang bergabung maka komisi dan profit yang harus dibayarkan semakin besar dan ujung-ujungnya malah tidak akan bisa terbayar. Untuk itu, kita jangan mudah tergiur dengan investasi bodong semacam itu. Berinvestasilah pada instrumen yang telah disediakan oleh pemerintah. Kita bisa berinvestasi pada produk pasar modal seperti obligasi, reksadana, dan investasi saham. Semakin tinggi return investasi, semakin tinggi resiko karena butuh pemahaman yang semakin bagus pula. Resiko investasi semakin mengecil dengan meningkatnya pemahaman dari investor akan metode investasi tersebut. Yang sudah mencoba investasi, bisa belajar trading secara bertahap dengan memahami analisis teknikal (*)

Disadur dari Kultwit tentang Penipuan Berkedok Investasi oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/10038
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 8:28 PM
image Comments
image 0 Comments

 
Kembali ke atas