-->

Membeli Saham Saat Terjadi Bubble (Gelembung Ekonomi)

bubble gelembung ekonomi
Pernah dengar istilah "Bubble" ? Apa yang dimaksud dengan bubble atau gelembung perekonomian ? Bubble adalah siklus ekonomi yang ditandai dengan ekspansi yang cepat diikuti oleh kontraksi. Bubble atau gelembung ekonomi seringkali ditandai dengan naiknya harga saham, harga property dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. 

Bubble / gelembung ekonomi nampak ketika terjadi lonjakan harga saham bahkan melebihi kondisi fundamental perusahaan. Bubble akan terus berlangsung dan harga saham terus naik, hingga pada suatu saat diakhiri dengan meletusnya "gelembung" Meletusnya gelembung / bubble ditunjukkan dengan turunnya harga saham secara tiba-tiba, seperti tahun 2008. Bubbles. They expand. They pop.

Bubble tidak hanya terjadi pada harga saham, namun juga harga properti seperti kasus subprime mortgage 2008. Bubble juga terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Apa sebenarnya yang mendorong harga saham terus naik? Indonesia semakin kaya, pendapatan per kapita meningkat, golongan menengah semakin kuat, daya beli pun meningkat. Para golongan menengah mulai membeli mobil, membeli rumah dengan KPR, mendorong sektor property dan infrastruktur. Pembangunan semakin pesat di negara berkembang,baik pembangunan jalan/infrastruktur dan juga gedung dan jembatan.

Pembangunan infrastruktur mendorong sektor infrastruktur, konstruksi, dan property juga terus melaju. Bank-bank meminjamkan uang kepada mereka, dan aset-aset mereka digunakan sebagai agunan. Ekuitas dalam properti dll. digunakan sebagai jaminan atau leverage untuk mendapatkan modal lebih. Money makes money. Bubble juga terdorong oleh capital yang masuk ke dalam pasar dan aset fund manager reksadana yang semakin meningkat. Sebagai seorang pelaku pasar, apa yang harus kita lakukan dalam menyikapi bubble atau gelembung yang sedang terjadi? Sebagian orang euphoria terhadap harga saham yang terus naik.Sebagian lagi takut berpartisipasi. Sebaiknya bagaimana? 

Membeli saham saat terjadi buble dimulai akan sangat menguntungkan untuk trader karena harganya terus naik. Namun, resiko berinvestasi selalu berbanding lurus dengan potensi keuntungan yang akan diraih. Maksudnya? Potensi imbal hasil dari berinvestasi dengan membeli saham pada masa bubble memang besar, namun resiko juga besar jika tidak hati-hati. Cara terbaik untuk dapat memetik untung dari pasar saham dan terhindar dari resiko adalah dengan mengikuti trend. Tentukan trend harga saham dengan menggunakan analisis teknikal, tahan hingga trend berakhir dan jual. 

Dengan menggunakan analisis teknikal, kita dapat mengetahui apakah sebuah trend naik masih berpotensi untuk naik ataukah sudah jenuh. Dengan demikian, kita akan mudah mengenali tanda-tanda terjadinya pembalikan arah, dan terhindar dari crash. Tidak perlu takut akan crash di pasar saham. Cukup baca sinyal-sinyal pembalikan arah, dan kurangi posisi jika sinyal tersebut muncul. Dengan menggunakan analisis teknikal, kita dapat melakukan antisipasi sedini mungkin. Analisis teknikal tidak menjamin kita untuk selalu untung, namun dapat membantu kita untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit. "Follow the trend until its end when it bend." - Ed Seykota.

Disadur dari Kultwit tentang Membeli Saham Saat Terjadi Bubble (Gelembung Ekonomi) oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/57371
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 12:20 AM
image Comments
image 0 Comments

 
Kembali ke atas