-->

Ajarkan Finansial dan Berinvestasi Pada Anak

investasi dan finansial anak
Mengajarkan finansial pada anak terdengar tabu bagi beberapa orang. Tapi kenyataannya, hal itu sangat penting ! Money does make the world go around. Educating, motivating, and empowering childrend to understand and use money. Edukasi dan motivasi anak-anak sejak usia dini untuk mengenal dan menggunakan uang dengan benar, itu adalah bekal yang sangat penting bagi mereka. Kapan saatnya kita mulai bisa memperkenalkan uang pada anak? Segera ketika anak kita sudah mulai bisa menghitung. Anak-anak belajar dari observasi dan pengulangan. Jangan jemu-jemu memberi pengetahuan tentang uang meski nampaknya ia tak mengerti. Nilai-nilai apa saja yang harus kita ajarkan pada anak-anak tentang uang?

Ajarkan Anak Untuk Menabung

Nilai yang harus diajarkan yang pertama adalah bagaimana menabung, membuat uang tersebut bertumbuh, dan bagaimana membelanjakan dengan bijak. Sebagai hadiah, jika anak-anak berhasil disiplin menabung, kita bisa menambahkan bonus uang untuk mereka. Mengajarkan tentang uang pada anak bukan berarti mengajari anak mata duitan, namun supaya mereka menghargai uang dengan pas. Menabung dan mengumpulkan uang bagi anak-anak tidaklah mudah karena mereka harus mengekang keinginan untuk membeli ini itu. Ketika mereka sudah berhasil menabung, jangan larang anak-anak jika ingin menggunakan uang tabungannya untuk membeli sesuatu. Anak-anak berhak untuk menikmati "jerih payah" mereka dalam menabung, sabar, dan disiplin. Biarkan mereka menikmati tabungannya. 

Mengajarkan menabung kelihatannya sepele. Namun hal itu dapat membentuk mindset dan menjadi pondasi kuat baginya saat dewasa nanti. Ajarkan pula konsep berinvestasi pada mereka, bahwa setiap uang yang ditabung akan mendapat "bunga". Jika nominal masih terlalu kecil untuk ditabung di bank, berikan kotak penyimpanan uang untuk anak-anak, berikan pula "bunga" untuk mereka. Nah bagaimana jika si anak susah menabung ? Apa yang harus kita lakukan ketika uang saku habis melulu? Berikan pengertian tentang NEEDS,WANTS,DESIRE. Ini akan memberi pondasi pada mereka ketika mereka dewasa. Nah, kita dapat memberikan beberapa Saving Boxes untuk anak kita yang dialokasikan untuk :tabungan, spending, dan juga untuk donasi. Kita bisa memberikan rewards uang tambahan ketika ia berhasil menabung selama setahun, untuk memotivasi anak kita. Savings box untuk keperluan Donasi juga penting untuk membangunkan kesadaran sosial anak-anak. Mereka menghargai uang, namun tidak pelit. Meski nampak sepele, hal itu dapat membangun kepeduliannya terhadap keluarga, orang tua, dan saudara-saudaranya saat dewasa nanti.

Beri Pengertian Tentang Hutang Pada Anak

Ajarkan pula pada anak-anak akan "hutang" dan resiko dalam berhutang. Bagaimana caranya? Jika sang anak ingin membeli barang (WANTS) di luar kemampuannya/tabunganya, sisanya boleh hutang ke orang tua dan dikenakan bunga. Sesekali, ajak anak-anak untuk beli kado ultah bagi anggota keluarga, dengan uangnya, atau sekedar iuran beli kado untuk keluarga. Dengan memperkenalkan prinsip bunga hutang, anak akan mulai merasa bahwa membayar bunga hutang itu tidak enak. Dengan demikian, ada waktu ia dewasa, ia tidak akan menjadi orang yang sembarangan berhutang. Lalu bagaimana dengan investasi? Bagaimana memperkenalkan investasi pada anak? Ada banyak jenis investasi yang bisa diperkenalkan pada anak, namun salah satu yang paling terjangkau adalah saham.

Ajarkan Prinsip-Prinsip Berinvestasi Sejak Dini

Di ulang tahunnya yang ke 6, Ellen May mulai mengajarkan prinsip berinvestasi saham pada putri sulungnya. Caranya?? Beliau memotivasi anak untuk mengumpulkan uang supaya bisa "beli pabrik". Caranya? Ya dengan beli saham :) Ellen May mengatakan pada putrinya bahwa ia bisa turut memiliki bank, pabrik susu, toko mainan, bahkan "pabrik" rumah. Anaknya pun sangat excited dengan apa yang telah beliau jelaskan. Imajinasi si anak yang sangar fantastis, akan membuatnya sangat termotivasi untuk menabung dan menahan WANTS nya. Ellen May juga mulai membeli saham untuk "tabungan" anak jangka panjang, dengan rentang waktu tahunan, seperti saham Kalbe Farma, dll. Berinvestasi saham dapat dimulai dengan modal kecil, bahkan hanya dengan 500 ribu saja si anak sudah bisa membeli saham bagus. Untuk keperluan investasi, boleh gunakan prinsip menabung saham / beli saham secara rutin tiap bulan atau tiap 3 bulan. Jumlah nominal bukanlah hal yang terpenting, namun pertumbuhan investasi saham dari tahun ke tahun itulah yang penting untuk anak. 

Untuk investasi bertahun-tahun / jangka panjang, pilih perusahaan yang sudah mapan dan tidak bergejolak, yaitu saham-saham blue chips. Jangan pilih terlalu banyak saham untuk investasi. Pilih salah 1 saja. Ingat prinsip-prinsip investasi yang diajarkan Warren Buffett. Jika kita berkonsentrasi pada 1 jenis saham saja, maka hasilnya akan lebih besar untuk investasi jangka panjang. Beberapa emiten dari perbankan yang dapat menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang misalnya : Bank BCA/BBCA, Bank Mandiri/BMRI, B BRI. Emiten BUMN juga layak dijadikan porto investasi sang anak, misalnya PGAS/Perusahaan Gas Negara, dan perusahaan konstruksi ADHI Karya. Perusahaan yang produk barang dan jasanya dibutuhkan masyarakat, seperti susu dan obat-obatan Kalbe Farma/KLBF juga layak untuk investasi si anak.

Disadur dari Kultwit tentang Ajarkan Finansial dan Berinvestasi Pada Anak oleh Ellen May
Twitter account: @pakarsaham
Untuk selengkapnya bisa dilihat disini : http://chirpstory.com/li/50910
Posted by: Ilham DC
Ilmu Investasi Updated at: 10:53 AM
image Comments
image 0 Comments

 
Kembali ke atas